Sepakat tidak, kalau banyak anak, banyak drama?



Drama seperti sibling rivalry atau persaingan antarsaudara kerap menghantui orangtua yang biasanya punya anak lebih dari satu.



Pun itu yang dialami Amieh dan Abieh, orangtua si kembar lima yang terkenal dengan julukan AIUEO (Abbid, Izzul, Uqkail, Ezra, dan Oxy), plus Kakak Shakira dan Adik Alysta.



Ya, Amieh dan Abieh mempunyai 7 anak dengan usia yang relatif berdekatan, 5 di antaranya kembar.

Jangankan 7 bersaudara, 2 bersaudara saja tak lepas dari drama, seperti sibling rivalry misalnya.



Pertengkaran antarsaudara seperti rebutan barang, rebutan perhatian, rebutan kasih sayang sudah pasti menjadi santapan sehari-hari bagi Amieh dan Abieh.



Tangisan, teriakan, canda, dan tawa pun hampir tak pernah absen dari rumah mereka.



Setiap hari, Amieh dan Abieh harus mengerahkan pikiran dan mengatur emosinya untuk memediasi ketujuh anaknya.

Amieh dan Abieh bukanlah orangtua yang suka membentak anaknya. Bukan pula tipikal orangtua yang suka mengintimidasi anaknya dengan "mata melotot" atau "tolak pinggang".

Amieh dan Abieh menyadari bahwa sibling rivalry tidak bisa disalahkan sepenuhnya kepada anak. Sebab, orangtua pun bisa menjadi faktor penyebab timbulnya sibling rivalry.

Itulah yang memotivasi Amieh dan Abieh untuk segera mengatur siasat gaya parenting mereka untuk mengubah sibling rivalry menjadi sibling lovely dengan penuh cinta, kesabaran, dan kelembutan.

Amieh Abieh harus pandai melihat kondisi anak-anaknya, cara seperti apa yang bekerja untuk anak-anak mereka, dan bagaimana mereka harus bersikap bijak dalam mengatasi masalah.

Tentu, dalam proses mengubah sibling rivalry menjadi sibling lovely ada trial dan error. Strategi yang dijalankan pun terus mengikuti perkembangan usia anak-anak.

Hanya, ada beberapa strategi yang secara konsisten diterapkan Amieh dan Abieh sejak kehamilan AIUEO. Cara-cara ini pun berhasil mengurangi persaingan antarsaudara dalam keluarga mereka.

AIUEO, Shakira, dan Alysta tumbuh menjadi anak yang kompak dan saling peduli, meski pertengkaran dan perdebatan merebutkan sesuatu tetaplah ada.

Namun, uniknya, pertengkaran itu justru bisa membuat ikatan persaudaraan di antara mereka menjadi lebih erat dan terikat.

Nyatanya, meski sibling rivalry tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tapi sibling rivalry bisa diarahkan ke arah yang bisa berdampak positif.

Selaras dengan para ahli yang mengatakan bahwa persaingan antarsaudara kandung juga bisa memiliki efek positif, jika ditangani dengan baik dan tepat.
Dampak (+) sibling rivalry

1. Melatih kecerdasan emosional
2. Meningkatkan keterampilan sosial
3. Mempelajari bagaimana berkomunikasi yang baik dan buruk
4. Memahami pemecahan masalah
5. Mengendalikan emosi negatif
6. Memahami apa tujuan konflik terjadi.
Perbedaan pendapat antarsaudara juga tak selamanya berdampak negatif.

Sebab, hal ini justru mampu mempersiapkan anak-anak dalam menjalin hubungan persaudaraan yang lebih erat dan memotivasi mereka untuk menemukan masalah dalam diri mereka sendiri.

dr. Claire Hughes, penulis buku Social Understanding and Social Lives, mengatakan, “Semakin banyak anak yang membuat kesal satu sama lain, semakin mereka belajar tentang cara mengatur emosi dan memengaruhi emosi orang lain. Saya tidak ingin mengatakan berdebat itu baik untuk anak-anak. Tetapi, ketika anak-anak berkelahi, mereka akan belajar tentang keterampilan hidup yang akan mereka temui kelak di luar rumah."

Namun, seluruh dampak positif pada sibling rivalry akan sirna menjadi "bumerang" bagi orangtua, jika masalah sibling rivalry tidak ditangani dengan baik sejak anak masih kecil.

Konflik dalam diri anak yang tak terselesaikan akan terbawa hingga mereka dewasa. Dampaknya, sudah tentu akan semakin kompleks dan berkepanjangan.
Dampak (-) sibling rivarly

1. Anak menjadi depresi, penuh rasa kecemasan, dan muncul sifat pemarah.
2. Orangtua menjadi stress dan frustasi melihat pertengkaran anak-anaknya.
3. Anak memendam rasa kecewa, sakit hati, marah dalam diri mereka hingga terbawa saat mereka tumbuh dewasa.
4. Anak menjadi tidak percaya diri hingga dewasa.
5. Jiwa kompetitif yang berlebihan hingga menghalalkan segala cara untu selalu menjadi pemenangnya.

Untuk membantu para orangtua, kami hadir melalui buku :

0JAM
0MENIT
0DETIK
Rp 80.000

Rp 65.000

Harapannya, buku ini bisa menjawab segala keraguan dan keresahan orangtua dalam mengubah emosi negatif antaranak menuju emosi positif.


Amieh dan Abieh akan berbagi tips dan usahanya dalam mengubah sibling rivalry menjadi sibling lovely dalam keluarga mereka lewat cerita sehari-hari yang dikemas menarik dan tidak menggurui.

Kenapa harus miliki buku ini?

Berdasarkan kisah nyata keluarga yang pernah viral dengan banyak pengikut di sosial media; AIUEOS Family.
Penerapan strategi Amieh dan Abieh dalam bentuk cerita nyata.
Cara-cara dilakukan dengan penuh cinta, kesabaran, dan kelembutan untuk membuat anak-anak kompak.
Tips dan strategi bukan hanya teori belaka, melainkan sudah melalui tahap trial dan error dalam penerapannya.
Kolom tips parenting terkait permasalahan punya banyak anak, khususnya anak kembar.
Terdapat komik strip untuk memvisualisasi kejadian.
IIustrasi yang lucu dan menggemaskan.
Album foto perjalanan AIUEOS Family.
Spesifikasi

Ukuran buku: 14 x 20 cm
Jumlah halaman: 168 hlm.
Jenis Kertas Isi: Bookpaper 57 gr, full colour
Jenis Kertas Sampul: Art Carton 230 gr, softcover, laminating doff, spot uv
Finishing: bending, wrapping
Amieh dan Abieh tidak menjanjikan cara ini akan berhasil pada setiap keluarga, tapi Amieh dan Abieh berharap ada hikmah yang bisa diambil dari proses trial dan error yang sudah mereka lakukan. Segala ikhtiar harus diperjuangkan. Sebab, segala usaha yang baik akan berujung pada kebaikan juga.

Yuk segera amankan selama masa Pre Order
(tgl 7 - 20 September 2022)
0JAM
0MENIT
0DETIK
Rp 80.000

Rp 65.000

Alamat
0812-8586-8957
Ruko Pinus Niaga Center No 78, Jl. Permata Raya, RT.4/RW.6, Tanah Tinggi, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten
Media Sosial
Brands
@2022 RMA Store - PT Rumah Main Anak Inc.